Mbou (Varanus Riungensis) dari Riung Implikasi Dari Keragaman Genetik Komodo (Varanus komodoensis)

0
Komodo. (Foto. Istimewah)

VisitNgada. Biawak Komodo (Varanus komodoensis) merupakan satwa endemik yang memiliki sebaran terbatas di beberapa pulau di Indonesia Bagian Timur, tepatnya di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Biawak komodo selain terdapat di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Gilimotang dan Pulau Nusa Kode (termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo), populasinya juga ditemukan di pesisir barat dan utara Pulau Flores (Aufenberg 1981; Ciofi & De Boer 2004).

Hingga saat ini keberadaan Biawak Komodo di Luar Taman Nasional Komodo masih kurang mendapat perhatian. Penggalian informasi sebaran dan status populasi Biawak Komodo di Flores tidak seintensif di dalam kawasan TNK. Meskipun di beberapa tempat seperti di Cagar Alam Wae Wuul dan Riung (Kabupaten Ngada) sudah mulai dilakukan survey oleh Komodo Survival Program (KSP) bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT).

Komodo. (Foto. Istimewah)

Dalam press release yang dikeluarkan oleh BBKSDA NTT tahun 2012, dinyatakan bahwa di Flores selain di Cagar Alam Wae Wuul, Biawak Komodo ditemukan juga di Cagar Alam Wolo Thado, Cagar Alam Riung, Taman Wisata Laut 17 Pulau Riung dan juga di Kecamatan Pota. Pada lokasi-lokasi tersebut keberadaan Biawak Komodo sudah mulai di dokumentasikan dan juga sudah mulai digali informasi mengenai populasi Biawak Komodonya.

Komodo dan Mbou.
Foto. Istimewah

Di Kecamatan Riung (Kabupaten Ngada), biawak komodo dikenal masyarakat sekitar dengan nama Mbau atau Mbou (Varanus Riungensis). Sekilas tampak berbeda dengan biawak komodo yang ada di TN Komodo dan pesisir Flores bagian barat, dengan corak warna yang lebih cerah di bagian kepala, Mbau atau Mbou masih merupakan jenis yang identik dengan biawak komodo di TN Komodo dan pesisir barat Flores.

Mbou. (Foto. Istimewah)

Berdasarkan kajian genetik yang dilakukan oleh BBKSDA NTT, LIPI dan Yayasan Komodo Survival Program, terdapat perbedaan keragaman genetik (haplotypic) antara populasi biawak komodo di Pulau Komodo, Rinca dan pualu lainnya di TN Komodo dengan populasi biawak komodo di pesisir utara Flores. Hal ini menunjukan pentingnya populasi Mbau/Mbou sebagai unit konservasi populasi terpisah dari populasi di TN Komodo.

Mbou. (Foto. Istimewah)

Sebagai implikasi dari keragaman genetik yang berbeda antara populasi Mbau/Mbou di bagian utara pesisir Flores dengan TN Komodo/Flores Barat, maka perlu adanya perhatian dari berbagai pihak untuk melestarikan keragaman genetik biawak komodo yang saat ini ada di seluruh wilayah sebarannya, termasuk di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Penangkapan Mbou oleh warga setempat.
Foto. Istimewah

Leave A Reply

Your email address will not be published.