Lestarikan Pakaian Adat Plt. Bupati Ngada Himbau Para ASN Di Lingkup Pemda Ngada Kenakan Pakaian Adat Lokal Setiap Hari Rabu

0

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak kebudayaan yang bermacam-macam. Bermula dari Sabang melangkah menuju Merauke begitu banyak kebudayaan di setiap daerah. Kebudayaan mengenai asal usul daerah, adat istiadat, benda yang dikeramatkan dan berbagai kebiasaan masyarakat perlu diperkenalkan sejak dini. Salah satu unsur kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah Pakaian Adat.

Ibu Asisten III dan para ASN lingkup Setda Ngada tampak berbusana Adat Ngada.
Foto. Istimewah

Keberadaan Pakaian Adat sebagai wujud material kebudayaan yang banyak terdapat di daerah-daerah di Indonesia yang memiliki nilai penting dalam sudut pandang sejarah, warisan, gambaran kekhasan dan kemajuan masyarakat sebagai hasil dari masa peradaban terdahulu. Banyak Pakaian Adat di daerah yang merupakan representasi kebudayaan paling tinggi di sebuah komunitas masyarakat di daerah tertentu, sehingga perlu adanya sebuah upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan Pakaian Adat yang bertujuan agar masyarakat saat ini bisa membaca, memahami dan mengambil nilai-nilai positif yang terkandung pada Pakaian Adat di daerah mana saja.

Untuk menyikapi hal tersebut, Plt. Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa mengeluarkan surat dengan nomor surat 066/BO/11/111/2019, tanggal 18 Maret 2019, ditujukan kepada Pimpinan Perangkat Daerah dan para Camat se-Kabupaten Ngada, dengan perihal himbauan penggunaan pakaian adat disetiap hari rabu, sejak tanggal 20 Maret 2019.

Surat himbauan Plt. Bupati Ngada tentang penggunaan pakaian adat disetiap hari rabu.
Foto. Dok

Kepala Dinas Pariwisata dan Kabupaten Ngada, yang akrab disapa Todis Reo berpendapat bahwa dengan mengunakan Pakaian Adat Ngada di hari kerja dapat menjadi bukti bahwa generasi muda mampu untuk terus melestarikan budaya Ngada melalui hal-hal kecil seperti ini.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Ngada tampak berbusana Adat Ngada di ruang kerjanya.
Foto. Dok

“Mungkin dengan hanya menggunakan Pakaian Adat Ngada ini, kita bisa menjadi pelaku budaya yang mampu untuk menjaga dan melestarikan busana tradisional. Penggunaan busana tradisional merupakan wujud dari kepribadian dalam kebudayaan untuk memperkuat identitas dan karakter kita sebagai orang Ngada,” tuturnya.

ASN Kecamatan Golewa Barat yang tampak berbusana Adat Ngada.
Foto. Istimewah

Beberapa guru SD di Kecamatan Aimere yang tampak berbusana Adat Ngada.
Foto. Istimewah

Leave A Reply

Your email address will not be published.