Dorong Pertumbuhan Industri Bambu Disparbud Ngada Gelar Pelatihan Kriya Bambu

0

VisitNgada. 10/09/2019. Bertempat di aula pertemuan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada terselenggara Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme Bidang Pariwisata (Pelatihan Kriya Bambu) yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Martinus M. R Maghi, S.S, Msi sebagai bagian dari Program Pengembangan Kemitraan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada. Sedangkan teknis pelaksanaanya, program kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi Kreatif dan Kelembagaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang dikepalai oleh Benediktus Kenge Rato, S.Sos.

Peserta pelatihan kriya bambu yang sedang mengikuti acara pembukaan pelatihan di aula pertemuan Disparbud Ngada.
Foto. Dok

Kegiatan ini diikuti oleh 16 orang peserta yang mewakili beberapa Kecamatan di Kabupaten Ngada yang memiliki potensi sumber daya alam bambu, diantaranya adalah:
Desa Persiapan Ngadahamana-Kecamatan Bajawa:
1. Nasarius Celsius Gogi
2. Adrianus Nanga
Desa Beiwali-Kecamatan Bajawa:
3. Dionisius Wea
4. Katharina Soo
Desa Persiapan Wogo-Kecamatan Golewa:
5. Mikael Ago
6. Mikael Watu
Desa Ngoranale-Kecamatan Bajawa:
7. Thomas Teko
8. Tekla Francilia Igo
Desa Malanuza-Kecamatan Golewa:
9. Yanuarius Ule
Kelurahan Mangulewa-Kecamatan Golewa Barat:
10. Paskalis Sema
11. Oswaldus Nae
Desa Warupele 1-Kecamatan Inerie:
12. Stevanus Dhosa
Desa Sobo-Kecamatan Golewa Barat:
13. Bertolomes Wou
14. Anselmus Jawa
Kelurahan Faobata-Kecamatan Bajawa:
15. Protasius Bengu
Desa Pape-Kecamatan Bajawa:
16. Nelis

Peserta pelatihan kriya bambu sedang mendengarkan instruksi untuk menyiapkan bahan-bahan kerajinan bambu dari instruktur.
Foto. Dok

Pelatihan ini dilaksanakan selama satu (1) hari, yaitu hari jumat, tanggal 06/09/2019 dengan tujuan untuk memaksimalkan peran potensi bambu di Ngada agar bisa memberikan manfaat ekonomis yang lebih dari yang biasanya. Dalam kehidupan sehari-hari tentunya tradisi kita sudah sangat jelas mengajarkan atau menggambarkan bahwa bambu sangat melekat dengan kehidupan orang Ngada bahkan filosofi bambu telah menjadi fondasi kehidupan orang Ngada, “muzi bhodha ne’e go sa’o, ne’e go uma, ne’e go rapu bheto” kata Todis, sapaan akrab Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada dalam pembukaan pelatihan kriya bambu tersebut.

Kadis Disparbud Ngada, Todis Reo (Kiri) dan Instruktur, Markus Lina (Kanan) dalam acara pembukaan pelatihan kriya bambu.
Foto. Dok

Pepatah leluhur diatas merupakan gambaran yang membenarkan bahwa bambu adalah ciptaan Tuhan yang menjadi satu kesatuan dengan budaya kita. Secara tradisional kita tahu bahwa peran bambu itu sangat mendukung kehidupan orang Ngada dan itu sama sekali tidak terbantahkan.

Dahulu leluhur kita dapat berlindung dari panas, dingin dan hujan itu bambu punya peranan, bahkan sebelum nenek moyang kita mengenal logam, hampir semua peralatan yang digunakan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan mereka itu terbuat dari bambu (bheto), “alat kerja untuk bercocok tanam (tofa/su’a), teknologi tradisional yang digunakan untuk berburu seperti (jerat/modho), alat untuk membersihkan jagung (nyiru/sege), dinding rumah (kebi), atap rumah (lenga), alat musik tarian (riku dhingu) adalah sebagian dari contohnya”, lanjut Todis.

Dan faktanya, hingga generasi saat ini kita juga masih membutuhkan peran bambu dalam kehidupan kita semua dan tentu dengan lebih kekinian, bambu sedang menawarkan kepada kita agar bisa memberikan nilai ekonomi yang lebih.

Instruktur Markus Lina (kiri) sedang memberikan petunjuk tehnik menganyam bambu kepada salah satu peserta pelatihan.
Foto. Dok

Dengan menghadirkan Bapak Markus Lina sebagai instruktur pelatihan, diharapkan para peserta dapat memperoleh motivasi serta keterampilan yang lebih. Markus Lina adalah salah satu pengerajin kriya bambu sukses di Ngada yang memiliki outlet penjualan bambu yang beralamat di Kelurahan Tanalodu-Kecamatan Bajawa (kompleks perhotelan Tanalodu).

Aktivitas keseharian beliau difokuskan untuk mengembangkan industri kerajinan bambunya. Di outlet penjualan milik Markus Lina ini menjual begitu banyak kerajinan bambu. Kerajinan bambunya pun banyak diorder oleh para pengusaha pariwisata yang ada di Labuan Bajo untuk dipasarkan disana. Seperti yang kita tahu Labuan Bajo telah ditetapkan Presiden menjadi salah satu dari 10 daerah pengembangan destinasi bali baru serta ditetapkan sebagai pintu masuk destinasi pariwisata nasional dengan status super prioritas. Banyak hotel, restoran dan toko-toko cinderamata yang memesan produk-produk kerajinan bambu dari Markus Lina.

Markus Lina di outlet penjualan produk kerajinan bambu miliknya.
Foto. Markus Lina

“Soal pasaran, saya rasa kita harus bangun optimisme bersama para peserta pelatihan karena sesungguhnya saya sangat membutuhkan banyak orang di Ngada yang mau dan bisa mengembangkan industri bambu bersama saya”. Kata Markus. Hal ini disampaikannya disela-sela acara pembukaan pelatihan karena atas dasar kewalahannya untuk memenuhi banyaknya orderan produk bambu dari luar daerah.

Peserta pelatihan sedang praktek membuat kerajinan bambu.
Foto. Dok

Pelatihan ini diharapkan juga dapat menyiapkan SDM yang terampil, inovatif dan kreatif membuat kerajinan bambu serta menumbuhkan kemauan, spirit, ketekunan serta keseriusan yang berkelanjutan untuk membangun usaha industri kerajinan bambu di Ngada.

Suling bambu produk Markus Lina.
Foto. Markus Lina

Perahu misissipi produk kerajinan bambu Markus Lina.
Foto. Markus Lina

Gelas. Nyiru, piring bambu produk Markus Lina.
Foto. Markus Lina

Untuk mendukung pertumbuhan industri kerajinan bambu di Ngada, Pemda melalui Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa telah menyepakati pemanfaatan eks pasar mataloko untuk menjadi central pasar kerajinan bambu.

“Kesepakatan lokasi ini, ditinjau dari aspek kestrategisan lokasinya agar para pelintas trans-flores dapat dengan mudah menjangkau dan melihat sehingga dengan satu keyakinan produk industri kerajinan bambu bisa menjadi komoditas unggulan daerah yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Ngada dikemudian hari”. Ungkap Benny Kenge, Kabid Ekonomi Kreatif dan Kelembagaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Kelembagaan Disparbud Ngada, Benediktus Kenge Rato, S.Sos.

Beberapa kerajinan bambu yang dihasilkan oleh peserta pelatihan kriya bambu:

Leave A Reply

Your email address will not be published.